Memahami File System Linux

Memahami File System Linux
  • 18 June 2015
  • arifzulfikar
  • Linux
  • 1413 View
Hampir seluruh operating system memiliki file system untuk memanage file yang ada di dalamnya. Apabila di windows kita mengenal ntfs maka di linux kita akan berkenalan dengan ext3, ext4, xfs, dsb. Pada dasarnya seluruh file yang ada di operating system berbasis linux akan di simpan di dalam file system yang disusun kedalam bentuk tree, oleh sebab itu muncul istilah file system hierarki.

Tree dalam linux file system berbentuk terbalik dan puncak dan puncak dari tree disebut kita kenal sebagai root, sedangkan cabang dari direktori dan subdirektori akan berada dibawah root.



Gambar diatas adalah tree direktori dari CentOS, sedangkan dibeberapa platform lain mungkin hirarkinya sedikit berbeda. Apabila dari gambar diatas direktori / berada di puncak hirarki dari tree tsb. Sebagai catatan juga karakter / digunakan sebagai separator direktori dalam file name. 
Contoh : 
/home/arif -> Separator antara home dan arif adalah /.

Hampir diseluruh operating system berbasis linux, subdirektori dari / biasanya digunakan untuk memobilisasi file-file tertentu yang berkaitan dengan operating system itu sendiri. Dengan arsitektur dan model hirarki seperti ini maka memudahkan administrator untuk kebutuhan administrasi, manajemen file dan juga troubleshoot. 
Contoh :
Subdirektori /boot digunakan untuk menyimpan file yang dibutuhkan oleh operating system ketika proses booting.

Direktori Penting di Operating System Berbasis Linux


Lokasi File

Tujuan

/usr

Berisi software/aplikasi yang telah diinstal, shared library, static read-only program data, dan file library. Subdirektori penting dari /usr adalah :

-  /usr/bin: User command.

-  /usr/sbin: System administration command.

-  /usr/local: Local custom software.

/etc

Berisi file-file konfigurasi yang spesifik dari operating system tsb. File konfigurasi biasanya akan mengikuti subdirektorinya. Contoh/etc/ldap.conf, /etc/httpd/, dsb.

/var

Berisi file-file variable yang dinamis, file-file yang ada didalam direktori ini biasanya senantiasa berubah. ContohFile Databases, cache direktori, log file, website document, dsb.

/run

Berisi runtime data yang diproses ketika server/PC dalam proses booting. Dalam direktori ini termasuk juga proses ID Files dan Lock File. Biasanya file yang ada dalam direktori ini akan di re-create apabila server/PC di reboot.

/home

Home direktori biasanya berisi file-file regular dimana user yang ada di OS linux menyimpan personal file dan juga file konfigurasi dari aplikasi dari masing-masing user tsb.

/root

Home direktori untuk administrator super-user, root.

/tmp

Direktori yang berisi temporary file, permission dalam direktori ini biasanya juga writeable yang artinya hampir bisa digunakan oleh semua user dalam operating system tsb. Biasanya file yang ada dalam direktori ini dan umurnya lebih dari 10 hari serta tidak ada perubahan akan otomatis di hapus oleh si operating system.

/boot

Berisi file-file yang dibutuhkan oleh operating system ketika proses booting. Hampir semua file yang ada disini sangat penting, bahkan file kernel dari OS pun ada disini. Jadi hati-hati yah memaintain file yang ada dalam direktori ini.

/dev

Direktori ini berisi special device file yang biasanya digunakan OS untuk berkomunikasi dengan hardware. Contoh/dev/sda yang berkomunikasi dengan hardisk.


Semoga bermanfaat yah.


© IT Freelancer Indonesia Team