Konsep OSPF Network Type dan Cara Konfigurasinya

Konsep OSPF Network Type dan Cara Konfigurasinya
Image: rickfreyconsulting

Ketika membangun network dengan OSPF maka kita harus menentukan network type apa yang akan digunakan dalam network OSPF kita. OSPF memiliki beberapa network type yaitu sebagai berikut ini:

Point-to-Point 
Pada OSPF network type ini tidak ada DR/BDR, informasi antara router saling ditukar dengan menggunakan multicast, default hello dan dead interval adalah 10/40. Metode ini paling banyak digunakan utamanya di ISP, metode point-to-point akan menjadikan network OSPF kita menjadi lebih cepat konvergensinya karna router hanya perlu mempelajari network dari router sebelahnya saja. Pada OSPF point-to-point hello packet akan dikirim dengan multicast dan default hello 10s & dead interval 40s, dalam network Point-to-Point OSPF tidak mengenal DR ataupun BDR karna hanya LSA type 1 (apabila satu area) yang diterima oleh si router

Point-to-Multipoint 
Tidak ada DR/BDR, menggunakan multicast, default hello dan dead interval adalah 30/120. Jenis ini merupakan gabungan dari PTP dan NBMA. Ini sebagian besar unicast, tetapi menggunakan alamat multicast 224.0.0.5 untuk proses Hello dan update. k digunakan dalam topologi PTMP, namun menangani setiap percakapan seperti koneksi PTP. Ini berarti mengirimkan lebih banyak lalu lintas daripada 3 jenis jaringan lainnya. Karena meniru perilaku jenis jaringan PTP, ia tidak menggunakan DRs dan BDR

Broadcast 
Terdapat DR/BDR, menggunakan multicast, default hello dan dead interval adalah 10/40. Dalam kasus tertentu kadang kita harus membentuk network dalam multi access area, contoh singkatnya network OSPF tersebut dalam satu segmen network. Dalam situasi seperti ini maka hello packet akan di broadcast ke seluruh router dalam satu network tersebut. Dalam network type OSPF ini juga hello packet akan dikirim dengan menggunakan multicast, akan terbentuk yang namanya DR & BDR (LSA2), default hello interval 10s dan default dead interval 40s.

Non-Broadcast 
Terdapat DR/BDR, menggunakan unicast, default hello dan dead interval 30/120. Tidak semua perangkat multi access memiliki kemampuan untuk melakukan broadcast, contoh paling utama ialah ATM atau di Frame Relay.

Lalu bagaimana cara konfigurasinya? Pada dasarnya konsepnya OSPF disetiap router untuk network type sama saja. Jadi gak perlu bingung untuk cara konfigurasinya karna banyak sekali sumbernya di google.

Nah dibawah ini adalah contoh konfigurasi dengan menggunakan Cisco.

Konfigurasi

Untuk melakukan konfigurasi network type di OSPF perlu memasukan command dibawah ini.
router(config)# int
router(config-if)# ip ospf network

Dimana interface-number bisa dimasukan nomor interfacenya lalu network-type ialah salah satu yang kita bahas diatas.

Contoh:
router(config)# int fa0/0
router(config-if)# ip ospf network point-to-point

Untuk verifikasi gunakan command ini -> sh ip ospf interface
Contoh:
router# sh ip ospf interface fa0/0


© IT Freelancer Indonesia Team